Tahapan Dalam Mengajar

Tahapan dalam mengajar Segala sesuatu akan berhasil apabila direncanakan dengan baik, begitu pula dengan proses belajar mengajar. Ada tiga tahapan penting dalam proses belajar mengajar, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.



· Tahap perencanan dalam proses pengenalan bangun datar meliputi :

a) Analisa mengenai siswa.

Dalam hal ini kita harus mengetahui apakah siswa sudah mengenal bangun datar secara umum. Mungkin akan lebih baik jika kita memberikan materi pendahuluan dengan mengenalkan bangun datar yang terdapat pada benda-benda yang tidak asing dengan mereka, seperti kotak pensil, uang koin, kancing baju, roti tawar, bahkan mungkin petakan ladang atau sawah. Hal ini dapat juga dimanfaatkan untuk mengikis mitos yang ada, bahwa ilmu matematika adalah ilmu abstrak dan tidak berhubungan dengan realita. Serta analisa apakah siswa tertarik dengan permainan tradisional dan mengetahui tentang permainan "Lompat Petak", sehingga guru juga harus menceritakan rencananya untuk melakukan proses belajar mengajar dengan bermain. Untuk mendapatkan nilai yang lebih dari sekedar konsep matematika, sebaiknya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, yang beranggotakan empat sampai lima siswa dalam satu kelompok. Kelompok kecil ini memungkinkan terbentuknya forum diskusi kecil, itu termasuk kebutuhan siswa (Teori Perkembangan Piaget dalam landasan teori). Dalam kegiatan ini kita mengharapkan adanya proses pertukaran pengetahuan antar siswa. Diharapkan masing-masing siswa dapat saling memperbaiki pengertian, persepsi, informasi, interprestasi sehingga dapat terhindar dari kekeliruan-kekeliruan pemahaman. Oleh karena itulah, maka sebaiknya pengelmpokan berdasarkan kemampuan .

b) Alat peraga dan tempat.

Dalam pembelajaran ini alat dan tempat yang perlu disiapkan cukup sederhana. Alat yang dibutuhkan hanya berupa tali rafia warna-warni agar terlihat lebih menarik. Patok tenda, untuk menandai batas-batas petak. Tempatnya pun hanya tanah lapang biasa.

c) Mempertimbangkan waktu, apakah waktunya tepat dan mencukupi.

Kemungkinan pembelajaran ini membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga akan lebih bak jika dilakukan diluar jam pelajaran, mungkin bisa sore hari atau membuat kesepakan dengan siswa.

d) Rangkaian perkembangan proses berfikir dan keterampilan yang akan ditumbuhkan pada siswa.

Kita harus membuat suatu rangkaian kegiatan, guna mencapai tujuan, yaitu terintegrasinya konsep bangun datar dalam pemikiran siswa. Konsep berarti generalisasi tentang suatu kelompok dimana mempunyai tampilan luar yang berbeda, tetapi memiliki sifat-sifat yang sama. Pada proses pembelajaran ini akan mengacu pada tipe pembelajaran Problem Solving, khususnya Creative Problem Solving (CPS). Maka guru harus membuat setiap tahapan secara terinci dan sistematis. Guru juga harus bisa memunculkan permasalahan yang menarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk menyelesaikannya. Jika guru akan memberi lembaran pertanyaan pada saat pelaksanaan, juga harus dipersiapkan dengan baik.

e) Persiapan penilaian atau evaluasi

Penilaian dapat dilakukan dengan melihat keaktifan siswa dalam memunculkan ide-idenya dalam kelompok. Atau guru mempunyai teknik evaluasi lainya misalnya dengan tes.

· Tahap Pelaksanaan

Setelah guru menentukan waktu yang tepat untuk belajar dengan bermain, atau membuat kesepakatan dengan siswa. Dan persiapan lain yang sesuai dengan tahap perencanaan sudah matang, termasuk tempat. Maka pelaksanaan seharusnya dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. Permainan yang akan kita lakukan adalah permainan yang menggunakan aturan atau games, dengan model CPS. Berdasarkan landasan teori, model CPS terdapat beberapa tahapan dan jika itu diimplementasikan dalam pelaksanaan ini, adalah sebagai berikut:

Ø Tahap pendahuluan:

1. Guru mengumumkan kelompok yang telah disusun pada tahap perencanaan. Sehingga siswa mengelompok (proses pembagiannya dapat direkayasa oleh guru).

2. Guru memperkenalkan permainan lompat petak, aturan mainnya dan memberi kkesempatan kepada siswa untuk bermain.

Ø Tahap CPS

Setelah dirasa siswa sudah cukup bergerak, guru hendaknya segera memulai tahap CPS. Tahap CPS disini mungkin berbeda dengan CPS pada umumnya. Hal ini disebabkan karena mengingat subyeknya adalah siswa Sekolah Dasar (SD), maka CPS disini lebih tgerbimbing.

1. Pengungkapan fakta dan klasifikasi masalah

Guru harus dapat menggali fakta-fakta dari permainan lompat petak dan memunculkan permasalahan yang dapat mengundang banyak gagasan. Contohnya guru bertanya sebenarnya bangun apa yang membentuk petak-petak pada permainan lompat petak . Tetapi sebelumnya guru juga sebaiknya mereview materi tentang bangun datar. Permasalahan-permasalahan dapat diberikan kepada siswa dengan lembar pertanyaan yang dibuat sebelum pelaksanaan.

2. Pengungkapan gagasan

Siswa dibebaskan untuk mengungkapkan gagasan tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah. Misalkan apabila kita memberikan masalah tentang pengukuran, maka siswa bebas mengukur petak dengan apapun. Namun gagasan-gagasan yang muncul tadi ditampung terlebih dahulu.

3. Seleksi

Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan gagasan-gagasan yang sudah ditampung untuk diseleksi kira-kira gagasan mana yang mungkin diimplementasikan.

4. Implementasi

Siswa mempraktikkan gagasan-gagasan penyelesaian yang telah diseleksi.

Ø Tahap Penutup

Setelah semua kelompok selesai, siswa dikumpulkan untuk mereview jawaban dari pertanyaan. Dalam mereview, guru memberi penegasan tentang bangun datar, cukup dengan penjelasan singkat dan diperagakan dalam petak permainan lompat petak tersebut. Kelompok pemenang adalah yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar, hadiahnya adalah mereka dapat memilih rumah pada petak yang mereka inginkan.

· Tahap Evaluasi

Setelah perencanaan dan pelaksanaan, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah evaluasi. Evaluasi ini biasanya akan sangat terlihat jelas dengan tes. Dan yang paling sesuai adalah tes kombinasi (tes formative dan tes summative). Hal ini dikarenakan agar dapat mengetahui seefektif mana metode yang telah digunakan dalam proses belajar mengajar.

Sumber:

· Hasibuan, J. J dan Moedjiono. 1999. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

· Semiawan, Conny, dkk. 1987. Pendekatan Ketrampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta : Gramedia.

· Davies, Ivor K. 1991. Pengelolaan Belajar. (Buku asli The Management of Learning, Penerjemah Sudarsono Sudirdjo, dkk). Jakarta : CV. Rajawali.

· Munandar, S. C. Utami. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.